Manajemen PT. Indo Tama Ferro Aloys Minta Maaf Kepada Anggota DPRD Purwakarta

  • Bagikan
Manajemen PT. Indo Tama (baju biru) memberi keterangan pers usai pertemuan dengan komisi IV DPRD Purwakarta
Manajemen PT. Indo Tama (baju biru) memberi keterangan pers usai pertemuan dengan komisi IV DPRD Purwakarta

TRENDPURWAKARTA.COM – Manajemen PT. Indo Tama Ferro Aloys, memenuhi panggilan yang dilayangkan oleh pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Sebagaimana dilansir sejumlah media online, beberapa hari lalu (Rabu 3 juni 2020), perusahaan pengolah peleburan biji besi dikawasan industri Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta itu, salah satu tungku pengolahannya meledak mengakibatkan dua pekerjanya meninggal dunia.

Atas kejadian itu, para anggota dewan melakukan sidak ke perusahaan dimaksud. Namun sayang, setiba disana para anggota legislatif yang dibekali surat tugas resmi dari instansinya malah dihadang dan dilarang menemui pihak manajemen oleh seorang petugas security perusahaan setempat.

Mendapati perlakuan tidak semestinya dan sempat viral disejumlah media online para pimpinan lembaga wakil resmi bereaksi dengan memanggil pihak perusahaan dan pihak terkait yakni dinas tenaga kerja.

Hari Senin, 8 Juni 2020 dihadapan anggota komisi IV yang dipimpin langsung ketuanya, Said Ali Azmi pihak manajemen melalui HRD Manajer PT. Indo Tama Ferro Aloys, Engkun Kurniadi menjelaskan terjadinya insiden itu.

“Kami datang memenuhi panggilan resmi DPRD Purwakarta dan saya sudah sampaikan semua yang dipertanyakan oleh anggota dewan dari Komisi IV atas peristiwa terjadinya penolakan security kami,”kata Engkun Kurniadi menjawab wartawan usai pertemuan dengan para anggota legislator, hari itu.

“Saya juga perlu sampaikan permohonan maaf kepada para anggota dewan atas insiden penolakan oleh security kami. Sebenarnya, saat itu memang ada instruksi dari menajemen agar tamu yang tidak berkompeten tidak boleh memasuki kawasan perusahaan kami mengingat tempat kejadian insiden kebakaran sudah dipasang garis polisi,”kata Engkun Kurniadi menerangkan.

  • Bagikan