Nih Kata KMP Soal Ambruknya Plafon Mal Madukara

  • Bagikan
Plafon Mal Madukara di JL. Jendral Sudirman Purwakarta yang pernah ambruk

*oleh: jainul abdin

Sudah beberapa hari ini, pemberitaan ambruknya plafon pelayanan publik Mal Madukara yang beralamat di jantung kota Purwakarta ramai di media masa online maupun televisi swasta. Mengapa bangunan yang dibiayai dari APBD dan menelan miliaran rupiah bisa jadi perhatian media massa?.

Penyebabnya adalah selain diduga ada yang tidak beres dan kurang rapihnya pihak jasa konstruksi yang mengerjakan proyek itu bisa juga yang paling masuk akal dan bisa dijadikan alasan adalah faktor cuaca yang kerap turun hujan menjelang hari raya imlek mengguyur bumi Purwakarta Istimewa ini.

Sehingga ada beberapa bagian plafon dari bangun tak mampu menampung air curah hujan. Kendati menurut media, plafon yang ambruk sudah diperbaiki.

Lantas siapa yang bertanggungjawab atas kejadian memalukan dan mencoreng nama baik pelaku jasa konstruksi yang biasa bekerja menempuh bisnisnya sesuai prosedur. Apakah leading sektor OPD yang diberi kewenangan hukum memenangkan lelang atau petugas pemeriksa ketika penyerahan bangunan kurang teliti?

Tentu saja hal ini harus ditelusuri dan diselesaikan oleh pihak-pihak yang bertanggungjawab sebelum spekulasi lebih jauh mengalirnya ke muara yang lain dan masuk ranah pidana.

Jawaban atas kejadian itu dikomentari oleh ketua Komunitas Masyarakat Purwakarta (KMP), Ir. H. Zaenal Abidin yang akrab disapa ZA. Komentarnya begini, “Ambruknya plafon, merupakan indikasi bau tak sedap dalam proyek madukara. Seluruh Anasir warga dan tentunya APH harus segera lakukan penyelidikan secara analitik dan komprehensif,”begitu kata KMP kepada TrendPurwakarta.com hari ini Kamis (11/2/2021) melalui saluran WhatsAPP. Bagaimana penilaian pembaca ?

  • Bagikan