Bupati Purwakarta Om Zein pada Pelaksanaan Salat Idul Fitri Beberkan Makna Ekologis Idul Fitri

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein)

“Alam tidak butuh kita rawat, tetapi butuh untuk tidak dirusak. Manusia adalah makhluk ekologis yang sangat bergantung pada keseimbangan dan kelestarian bumi yang telah diciptakan Allah dengan sempurna,” jelasnya.

“Mari kita tingkatkan partisipasi kita dalam program-program pemerintah maupun inisiatif masyarakat dalam menjaga lingkungan, seperti gerakan menanam pohon, membersihkan saluran air, dan mengurangi penggunaan kantong plastik,” tambah Om Zein.

Sebagai bentuk tanggung jawab bersama, Om Zein mengajak seluruh masyarakat Purwakarta untuk menjaga kesucian Idul Fitri dengan turut serta menjaga kebersihan dan keseimbangan ekosistem. Ia memberikan contoh sederhana namun bermakna.

“Langkah kecil seperti membuang sampah pada tempatnya sangat berarti. Pemborosan dan pengelolaan sampah yang buruk dapat menyebabkan penyakit, merusak lingkungan, hingga berdampak pada sistem drainase yang berpotensi mengakibatkan banjir,” ungkapnya.

“Dengan partisipasi aktif kita, seperti bergabung dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan, menciptakan kebun sayur organik di rumah, atau menggunakan transportasi umum, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari,” bebernya.

Di akhir sambutannya, Bupati Purwakarta berharap agar masyarakat dapat memahami bahwa menjaga alam merupakan bagian integral dari ibadah. Ia juga menyampaikan permohonan maaf dan ucapan syukur atas selesainya ibadah puasa.

“Semoga kita semua dapat menerapkan makna Idul Fitri dalam kehidupan sehari-hari dengan menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik. Mohon maaf lahir dan batin. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum,” demikian Saepul Bahri Binzein. (jainul abidin/hms)