Produk Keramik ‘Dodol Bedebah’ Tembus Pasar Amerika dan Eropa

Pengrajin Keramik dari Desa Anjun, Kecamatan Plered, Ajang Udung menunjukan produk Titanic Colour

Salah satu pengrajin keramik di Desa Anjun Pelred yang berhasil mengembalikan kejayaan Keramik Plered ini setelah kalah bersaing dengan pruduk produk keramik dari daerah lain di Indonesia bahkan dari Negara Malaysia yang pernah belajar Keramik dari Plered saat Pendana Menterinya dipimpin oleh Mahatir Muhamad berkunjung ke Plered pada masa kepemimpinan Bupati Purwakarta saat itu, Bunyamin Dudih, SH.

Menurut pengakuan Ajang Udung mengapa dia disebut dengan panggilan Dodol, “Mungkin karena saya kalau bergaul dengan orang lain, orang itu jadi lengket dengan saya kaya Dodol, jadi we ngaran teh katelahna Dodol,”akunya.

Kalau nama Bedebah, ceritanya bagaimana ? “Saya itu anak nomor dua dari tiga bersaudara. Semuanya laki laki. Diantara saudara saudara saya yang paling bandel dan nakal itu saya, bahkan suka melawan kepada siapa saja termasuk kepada orang tua. Lantas ada yang menyebut dasar anak Bedebah,”kata Ajang Udung sambil tersenyum mengenang lebih sohor nama panggilan sehari hari ketimbang nama asli pemberian orang tuanya yang justru dikemudian hari nama “Dodol Bedebah” membawa hoki kesuksesan.

Kesuksesan itu bisa dibuktikan selain produksi Keramik buatannya sempat booming dan masih jadi andalan produksinya dengan menciptakan produk baru jadi seperti barang antik juga mampu menyekolahkan anak sulungnya belajar ke negeri Sakura Jepang, “Sempat booming ketika saya berinovasi membuat barang baru dibikin antik ternyata diminati oleh eksportir keramik. Nama produk itu Titanic Colour dan dikirim oleh eksportir keramik ke benua Amerika dan benua Eropa,”kisah Dodol Bedebah eh Ajang Udung. (jainul abidin)